Minggu, 01 Maret 2020

LELAH

Apa yang kau lihat?
Wajahku, bukan?
Sungguh sangat miris, aku bahkan menjadi perokok aktif baru-baru ini.
Karena aku butuh teman, sahabat, orang yang dapat memahami dan mendengarkanku.
Sungguh, entah kenapa rasanya sesakit ini.
Sesak sekali di dada ini.
Entah karena memang pikiranku yang sudah memikirkan kemana-mana, entah karena perasaanku yang sedang sensitif akhir-akhir ini.
Tidak dapat bekerja dengan maksimal, pandangan orang-orang terhadapku, ketidakpercayaan seorang ibu padaku, perkataan menyakitkan dari kawan-kawanku, untuk mengedit sebuah design saja aku memakan waktu lama, lalu kenapa dulu aku ngebet masuk kominfo, organisasi?
Aku senang rasanya.
Awalnya saja.
Semuanya perlahan berubah.
Aku mulai mendapatkan kawan baru, mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman yang baru, tapi sungguh ditatap seperti 'kau itu hanya sampah, gausah sok sok an' adalah hal yang menakutkan bagiku.
Aku seperti tidak dipedulikan lagi oleh kawan-kawanku yang sekelas, seperti mereka menjauhiku karena aku masuk organisasi. Walau memang dari dulupun tidak ada yang mendengarkanku.
Siapa? Tidak ada! Semua tidakada yang peduli padaku.
Dosaku sudah banyak, aku takut Allah pun mengabaikanku.
Aku hanya, tidak tau harus bagaimana.
Aku hanya ingin dipeluk dan ditenangkan juga diucapkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aku hanya ingin ada orang yg bilang aku berguna, aku bukan sampah, aku berguna.
Aku kesal sekali, sakit hati.
Memang pada akhirnyapun aku akan sendiri tapi rasanya sesusah ini.
Serumit ini.
Aku tidak tahu.