Rabu, 06 Mei 2020

PERISTIWA SELAMA TAK ADA #2

Ini memang bukan hanya peristiwa saat tak ada kemarin namun peristiwa yang selalu membuatku mabuk setiap hari.

Pemikiranku sendiri.

Apa ya, aku ini passionnya apa gitu loh.
Yang kutau aku ini anak yang serba bisa. Bisa segalanya namun semuanya rata2 jadi kaya yaudah biasa aja.
Untungnya otak kiri dan kananku berjalan dengan lancar.
Yang aku pertanyakan hanyalah berubahnya otak kiri dan kananku dari kecil sampai sekarang.
Lebih dominan kesebelah mana itu sering berubah2.
Aku tau itu.
Gambar bisa walau tidak sehebat Ilham. Menulispun bisa walau tak sehebat Tsana. Membuat animasi bisa walau tak sehebat Dalang pelo. Mengedit video bisa walau tak sekeren Leni. Menyanyi, menari, photografy, maen pubg, membuat puisi, pantun, hampir semuanya bisa. hanya butuh latihan yang lebih banyak pasti aku akan pro. Aku hanya membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Namun satu masalahnya.
Karena kenetralanku itu dalam melakukan semua kegiatan aku tidak tau passionku, aku tidak tau apa yang akan membawaku menuju kesuksesan. Aku bingung.
Aku  bahkan tidak tau menau mengenai diriku sendiri.
Aku memang payah.
Untuk kelebihan kekuarangan saja aku tak mampu mengetahuinya.
Payah.
Sudahlah aku sudah tidak mood lagi, padahal sebelumnya aku mau bercerita lebih banyak lagi.
Selamat malam.

PERISTIWA SELAMA TAK ADA #1

Jika ditanya apakah ada kejadian yang mungkin masih diingat?
Ada, dan banyak.
Aku tidak banyak mengingatnya, hanya beberapa.
Salah satunya adalah rasa sukaku pada Dimas yang semakin menggebu.
Aku memang berbicara pada orang bahwa aku sudah tidak suka lagi padanya.
Itu hanyalah gimmick.
Aku tidak suka jika aku dijodoh2kan. Aku tidak suka dicie2in,
Yang aku mau hanyalah perhatian Dimas padaku.
Mungkin aku ini memang anak yang kurang ajar.
Aku melalui Kiki yang sudah lama menyukai Dimas dan yang pasti aku akan melukai hati Kiki jika dia tau bahwa aku dan Dimas saling menyukai.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Ini semua salahku.
Aku mengungkapkan duluan perasaanku pada Dimas dan akhirnya Dimaspun menyukaiku.
walau memang aku agak sedikit ragu bahwa Dimas menyukaiku.
Aku hanya beranggapan bahwa dia menyukaiku karena rasa kasihan padaku sehingga harus menghargaiku.
karena yang kutau Dimas sudah terkenal dengan sifatnya yang baik pada semua cewek dan baperin cewek.
Tapi karena memang sifat dianya yang baik pada semua orang jadi kadang ada beberapa cewek yang salah mengartikannya.
Bagaimana ya aku juga bingung.
Sampai hari ini pun aku dan Dimas tidak berstatus pacaran walau kita tau bahwa kita saling suka.
Dimas adalah orang yang tidak jelas dan tidak tegas
Dia tidak mengatakan apapun dan kata2nya hanya membuatku bingung seakan hanya aku yang menyukainya.
Aku juga tidak berharap pacaran karena memang pacaran sekelas itu sangat memuakkan.
Aku akan mengalami yang namanya di cie2in temen hahaha aku tidak mau itu.
Baiklaah, aku jalani saja hari2 ini sampai aku mampus.
Selamat malam.

#4 MEI

WOI DAH LAMA GUA GA NULIS DAN SELAMA INI YANG GUA ALAMI DARI TERAKHIR NULIS ITU KACAU BALAU

EMOSI JIWA GUA SAMPAI SEKARANG

COVID-19 LAH, GABISA NONGKRONG LAH, MENTAL MAKIN DOWN GARA2 DITEKEN SAMA KELUARGALAH, BERANTEM SAMA MAMAH LAH, INSECURE LIAT ORANG CANTIK2LAH, MAKIN SERING BEGADANGLAH, MAKIN BODO AMAT SAMA TUGAS KULIAH DAN MAKIN KOSONG OTAK GUA.

SERIOUSLY. GUA MARAH, GUA KECEWA, GUA SAKIT HATI, GUA DOWN.

SIAPA PENYEBABNYA? DIRI GUA SENDIRI YANG GAMAU BERUBAH. KEK TAI MALES BANGET GUA BUAT BERUBAH, LEBIH RAJIN LAH APALAH ITU SEMUA HANYA OMONG KOSONG.

GUA TAKUT SAMA MASA DEPAN GUA SERIUS, GUA TAKUT BANGET, GUA TAKUT BENER2 TAKUT, TAPI YA TETEP AJA GA ADA NIATAN GUA BUAT BERUBAH. BENER2 HARUS DITAMPAR DULU.

ANJING LAH.

GUA PENGEN NGOMONG KASAR SAMPAI BERJIBUN2. PENGEN NGELUAPIN EMOSI GUA. GUA GABISA SABAR. GUA GABISA NGELAKUIN APAPUN DAN GUA HANYA BISA NANGIS. SELEMAH ITU GUA YA ALLAH.

MAU MATI AJA, TAPI GAMAU. GUA TAU ITU SAKIT DAN GUA PASTI BERDOSA BESAR DAN ITU GA NGEBUAT MASALAH GUA SELESAI MALAH YANG ADA GUA MAKIN TERSIKSA NGELIAT ORANG YANG MASIH IDUPNYA ENTAR. GUA MASIH PENGEN MASUK SURGA WALAU GUA SELALU LIAT BOKEP DAN GAY. GUA MASIH PENGEN KETEMU NABI WALAU GUA NGEROKOK. GUA MASIH PENGEN KETEMU ALLAH WALAU DOSA GUA SEGUNUNG HIMALAYA.

APA YANG HARUS GUA LAKUIN?

GUA PENGEN DITAMPAR KERAS.

GUA HARUS BERUBAH, DARI SEKARANG. GABOLEH MALES. GABOLEH NGELEG.

BAY LAH. BESOK2 GUA BAKAL SERING CURHAT LAGI NIH DISINI BERHUBUNG GUA GAPUNYA TEMEN YANG MAU DENGERIN JADI GUA NULIS AJA BIAR GUA LEGA. SETIDAKNYA ADA TULISAN INI YANG NGELAMPIASIN AMARAH GUA.

OK.

Minggu, 01 Maret 2020

LELAH

Apa yang kau lihat?
Wajahku, bukan?
Sungguh sangat miris, aku bahkan menjadi perokok aktif baru-baru ini.
Karena aku butuh teman, sahabat, orang yang dapat memahami dan mendengarkanku.
Sungguh, entah kenapa rasanya sesakit ini.
Sesak sekali di dada ini.
Entah karena memang pikiranku yang sudah memikirkan kemana-mana, entah karena perasaanku yang sedang sensitif akhir-akhir ini.
Tidak dapat bekerja dengan maksimal, pandangan orang-orang terhadapku, ketidakpercayaan seorang ibu padaku, perkataan menyakitkan dari kawan-kawanku, untuk mengedit sebuah design saja aku memakan waktu lama, lalu kenapa dulu aku ngebet masuk kominfo, organisasi?
Aku senang rasanya.
Awalnya saja.
Semuanya perlahan berubah.
Aku mulai mendapatkan kawan baru, mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman yang baru, tapi sungguh ditatap seperti 'kau itu hanya sampah, gausah sok sok an' adalah hal yang menakutkan bagiku.
Aku seperti tidak dipedulikan lagi oleh kawan-kawanku yang sekelas, seperti mereka menjauhiku karena aku masuk organisasi. Walau memang dari dulupun tidak ada yang mendengarkanku.
Siapa? Tidak ada! Semua tidakada yang peduli padaku.
Dosaku sudah banyak, aku takut Allah pun mengabaikanku.
Aku hanya, tidak tau harus bagaimana.
Aku hanya ingin dipeluk dan ditenangkan juga diucapkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aku hanya ingin ada orang yg bilang aku berguna, aku bukan sampah, aku berguna.
Aku kesal sekali, sakit hati.
Memang pada akhirnyapun aku akan sendiri tapi rasanya sesusah ini.
Serumit ini.
Aku tidak tahu.

Selasa, 04 Februari 2020

#4 FEBRUARI

Masih banyak yang harus kupelajari.
Seriously, this make me crazy.
Ilmu yang masih cetek, pengalaman yang tidak sebanding dengan orang lain.
Aku masih noob. Sangat noob.
Awalnya aku minder, serius deh, aku telat banget.
Tapi aku akan terus berusaha untuk kedepannya.
Pikiranku kini terbagi menjadi beberapa picisan.
Seperti tentang keterampilanku, kekreatifanku.
Selain itu, akademispun aku pikirkan karena memang aku masih merasa 0, tidak ada yang menyangkut.
Dan terakhir tentang pekerjaanku di KOMINFO sungguh sangat menguras pikiran,
Ini perjalananku. Aku tau. Waktu masih panjang, akupun baru memulai.
Tidak ada salahnya aku terus belajar. Aku akan bisa melewati semuanya. Mungkin dapat menjadi yang terdepan.
Ha, banyak sekali keinginanku.
Ingin menulis buku, membuat animasi, ipk 3+, membuat komik.
Sebenarnya akademis hanya cicilanku saja, haha. Karena aku masih berkuliah, dan bahkan materinya luar biasa jauh dengan yang aku inginkan tapi aku akan tetap belajar, berusaha.
Ya, berusaha dulu.
Mungkin hanya itu saja sih, aku tidak akan memperpanjang karena waktu akan berubah, bukan tanggal 4 lagi.
Bai, semoga semua keinginan dan cita-citaku tercapai.
Aku mungkin kedepannya tidak akan bercerita karena memang aku ingin fokus belajar.
Terimakasih, malam.

Senin, 03 Februari 2020

#3 FEBRUARI

Hari pertama masuk kampus setelah sekian lama liburan.
Liburan yang bahkan hanya ku isi dengan tiduran dan rebahan.
Tidak ada yang spesial.
Kecuali H-1 masuk (kemarin) syukuran 4 bulan teteh hamil.
Sejujurnya, aku sangat bahagia.
Setelah mendengar cerita teteh, mendengar curhatan teteh ke mamah.
Tidak, aku tidak bermaksud menguping.
Hanya saja rasa penasaranku yang meningkat dan ingin tahu apa yang teteh alami setelah pisah rumah dengan mamah.
Sejauh ini rumah tangganya baik-baik saja. Syukurlah.
Dulu yang kutau suaminya agak sedikit egois dan tidak peka.
Wajar sih, mereka tidak mengenal satu sama lain dengan waktu yang lama.
Hanya diperkenalkan lewat orang tuaku.
Untungnya, mereka saling cocok ya walaupun ada beberapa perdebatan yang mungkin sebatas rintangan dalam menjalani hubungan rumah tangga.
Bukankah akan membosankan jika hidup hanya berjalan lurus dan tidak ada tanjakan maupun turunan?
Sangat bosan! Aku saksinya.
Mungkin bisa dibilang aku salah satu korban hidup yang datar.
Bukan karena rintangannya yang tidak ada, hanya akunya saja yang tidak ingin memikirkannya.
Jadi, aku pikir datar sedikit haha.
Asal kau tau, aku sudah tidak sabar menantikan keponakanku yang berasal dari tetehku yang kedua itu.
Anak pertamanya.
Aku harap anak dan ibu itu akan baik-baik saja. Aamiin/
Apa yang harus ku ceritakan ya?
Tentunya hari ini ada perdebatan kecil antara diriku dan mamah.
Hanya karena penyakit yang ada di selangkanganku.
KESAL! AKU KESAL SEKALI!
Bagaimana aku menjalani hidup dengan semangat jika penyakitku seperti ini.
Rintangan yang langsung berat.
Yang membuat pikiranku sedikit buyar konsentrasi dan stres memikirkannya.
Aku, rasanya pengen, menghilang.
Ke pulau dimana aku bisa memperbaiki diriku.
Penyakit mataku, selangkanganku, kulitku, gigiku, gusiku.
Ah! Hanya sebuah khayalan.
Sudahlah aku mau mengerjakan tugas yang lain saja.
Fokus dulu kampus, haha.
Oke deh, bai!
NB : Aku mengubah cara tulisanku agar seperti diari di blog ini, tapi mungkin hanya hari ini :)

Sabtu, 01 Februari 2020

#2 FEBRUARI

Sakit.
Sangat sakit.
Sakit hati, sakit fisik, sakit mental.
Semuanya sakit.
Banyak yang ku pikirkan.
Namun pemikiran itu tidak dapat kulakukan.
Aku sakit.
Tidak nafsu makan karena sakit di mulut.
Tidak kuat berjalan karena sakit di selangkangan.
Tidak kuat berbicara karena sakit di lidah.
Tidak kuat melihat karena sakit di mata.
Sakit sekali.
Rasanya bahkan melebihi sakit itu sendiri.
Melihat masa depanku bagaimana.
Dan akan gimana.
Aku sakit memikirkannya.
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Bahkan hambatan segini ringan saja aku sudah capai dan tidak kuat.
Bagaimana nanti?
Aku hanya butuh perhatian.
Aku hanya butuh dimanja.
Sifatku memang seperti ini.
Aku tidak dapat merubahnya.
Aku berusaha kuat. 
Aku berusaha mandiri.
Tetap saja sebenernya aku hanyalah wanita lemah yang ingin menangis setiap hari.
Menangis tanpa tahu alasannya.
Entah, pikiranku sudah koyak.
Sudah pusing memikirkannya.
Aku hanya tidak ingin orang-orang di sekelilingku kecewa.
Aku hanya ingin mereka bahagia.
Melihat mereka tertawa dan tersenyum saja sudah cukup bagiku.
Namun aku kesepian.
Aku kesepian ketika mereka mengacuhkanku.
Ketika mereka sibuk dengan urusannya masing-masing 
Aku tau pada akhirnya kitapun semua akan berpisah.
Kita semua akan berdiri dengan kaki, sendiri. Tidak ada yang menemani.
Tapi apakah salah? 
Apakah salah aku meminta perhatiannya?
Walaupun aku sudah manja padanya setiap hari.
Aku terkadang mengacuhkannya, tapi aku tidak mau disalahkan.
Aku tau aku egois.
Aku hanya ingin terus menjadi yang pertama.
Pertama yang ditemui.
Pertama yang diberi tahu.
Pertama yang dikasih.
Aku benar-benar egois.
Aku tidak bisa mandiri.
Aku tidak kuat.
Astaga, lemah sekali diriku.
Bahkan ini baru hari kedua dari bulan baru ini namun aku sudah mengacaukannya.
Sudahlah.

Jumat, 31 Januari 2020

#1 FEBRUARI

Sebuah awal dari satu bulan kedua di 2020.
Sangat mendebarkan dan menantikan apa yang akan diberikan oleh bulan ini. 
Bahkan aku sudah menyambutnya dari beberapa jam lalu.
Oh, bahkan saat pergantian haripun aku masih membuka mataku.
Terkejut karena baru ingat bahwa sekarang sudah berganti bulan.
Masih banyak tentunya yang harus ku pelajari, apalagi sebentar lagi sekolah akan dimulai. 
Aku tidak akan pernah lari.
.
Aku tidak memiliki cerita.
Hanya pemikiran yang ingin ku ekspresikan namun susah untuk ditulis.
Entah, mungkin karena tulisanku yang berantakan juga tanganku yang malas untuk mengetik.
Tapi aku memiliki kabar bagus.
Aku memiliki semangat untuk hidup lebih baik.
Setidaknya semangatlah yang memotivasiku untuk hidup bahagia.
Rahasiaku masih banyak tentunya.
Kelakuanku tidak akan sama dengan yang lain.
Sifatku apalagi.
Seleraku. Sangat jelek.
Mungkin aneh. 
.
Ini langsung kuketik di aplikasi blogspot.
Tanpa filter, tanpa ide.
Hanya ingin mengetik saja.
Walau lelah karena keyboard handphone kecil sedangkan jariku besar.
Ditambah minyak dan basah dari ujung jariku, entah mereka berasal darimana, susah untuk mengetik.
Rasaku tidak sama.
Bahkan mungkin ada beberapa yang hilang.
Aku melakukan kadang hanya karena aku ada sebuah kegiatan.
Tidak senang maupun sedih.
Prosesnya pun hanya kulewati dengan tidak ada kenangan.
Apakah aku sudah tidak memiliki indra perasa?
.
Dulu aku adalah wanita yang sangat peka dan mudah terbawa perasaan.
Mudah untuk jatuh cinta.
Mudah untuk move on.
Mudah untuk percaya.
Mudah untuk menangis.
Dulu, bisa dikatakan aku adalah manusia lemah.
Lemah sekali untuk seorang anak perempuan berumur remaja.
Akupun tidak tau! Tidak usah bertanya alasan!
Aku sangat malas jika ditanya alasan.
Apakah harus setiap perlakuan itu ada alasan?
Tentu tidak bukan?
.
Aku mulai mengantuk, walau kamar ini banyak nyamuk.
Kipas ingin sudah kunyalakan namun nyamuk tetap tak ingin berangkat!
Kesal sekali.
.
Terima kasih yang sudah membaca.
Semoga awal Februari ini akan membawakan kebahagiaan, keberkahan dan kehidupan yang bagus untuk kita semua.
Salam hangat.

Rabu, 22 Januari 2020

Imajinasi

Angin berhembus mendinginkan badan ini.
Jalanan tanpa sepi di tengah malam, tidak ada seorangpun yang keluar.
Hanya aku.
Aku yang keluar, mencari referensi untuk menulis pada sebuah blogspot yang baru kubuka bulan pertama tahun 2020.
Seorang penulis gila yang otaknya dipenuhi oleh imajinasi liar dan tidak tertandingi banyaknya.
Pusing? tentu.
Dia harus mengeluarkan semua imajinasinya.
Mengekspresikan dengan tulisan karena akan sangat aneh jika hanya sekedar diucapkan.
Orang akan menganggapnya gila walaupun memang sudah gila.
Imajinasi itu yang membuatnya frustasi dan ingin menghempaskan semuanya.
Dan akhirnya, keluarlah.
Keluar sebuah ide untuk menulis pada blogspot yang entah akan ramai atau tidak.
Yang penting dia telah mengeluarkan semua imajinasinya dan membagikan pada seluruh dunia kegilaan sebuah imajinasi.
Imajinasi yang akan mengerubungi dan membunuhmu perlahan pada rasa sakit yang mendalam.
Tanpa basa basi lagi, kubuka blog ini dengan harapan imajinasi itu akan terbang bebas kemanapun dia mau pergi. Tanpa merangkul sang pemiliknya. 
Sehingga, pemiliknya akan berperilaku normal tanpa adanya imajinasi berkeliling di otak.
So,
*krek*
Pintu terbuka untuk seluruh imajinasi yang akan dikeluarkan.