Sangat sakit.
Sakit hati, sakit fisik, sakit mental.
Semuanya sakit.
Banyak yang ku pikirkan.
Namun pemikiran itu tidak dapat kulakukan.
Aku sakit.
Tidak nafsu makan karena sakit di mulut.
Tidak kuat berjalan karena sakit di selangkangan.
Tidak kuat berbicara karena sakit di lidah.
Tidak kuat melihat karena sakit di mata.
Sakit sekali.
Rasanya bahkan melebihi sakit itu sendiri.
Melihat masa depanku bagaimana.
Dan akan gimana.
Aku sakit memikirkannya.
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Bahkan hambatan segini ringan saja aku sudah capai dan tidak kuat.
Bagaimana nanti?
Aku hanya butuh perhatian.
Aku hanya butuh dimanja.
Sifatku memang seperti ini.
Aku tidak dapat merubahnya.
Aku berusaha kuat.
Aku berusaha mandiri.
Tetap saja sebenernya aku hanyalah wanita lemah yang ingin menangis setiap hari.
Menangis tanpa tahu alasannya.
Entah, pikiranku sudah koyak.
Sudah pusing memikirkannya.
Aku hanya tidak ingin orang-orang di sekelilingku kecewa.
Aku hanya ingin mereka bahagia.
Melihat mereka tertawa dan tersenyum saja sudah cukup bagiku.
Namun aku kesepian.
Aku kesepian ketika mereka mengacuhkanku.
Ketika mereka sibuk dengan urusannya masing-masing
Aku tau pada akhirnya kitapun semua akan berpisah.
Kita semua akan berdiri dengan kaki, sendiri. Tidak ada yang menemani.
Tapi apakah salah?
Apakah salah aku meminta perhatiannya?
Walaupun aku sudah manja padanya setiap hari.
Aku terkadang mengacuhkannya, tapi aku tidak mau disalahkan.
Aku tau aku egois.
Aku hanya ingin terus menjadi yang pertama.
Pertama yang ditemui.
Pertama yang diberi tahu.
Pertama yang dikasih.
Aku benar-benar egois.
Aku tidak bisa mandiri.
Aku tidak kuat.
Astaga, lemah sekali diriku.
Bahkan ini baru hari kedua dari bulan baru ini namun aku sudah mengacaukannya.
Sudahlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar